Everything news in here

Design your theme
Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

Anda tertarik memiliki perangkat untuk membaca buku-buku digital? Tak perlu buang-buang uang terlalu banyak untuk membeli produk buatan perusahaan kaya raya. Dengan harga 1,2 juta saja, kini Anda dapat memiliki KomodoPAD buatan anak bangsa.
Berbeda dengan iPad besutan Apple, KomodoPAD menggunakan sistem operasi Android 1.7. Prosesor VIA VT8505 berkecepatan 300MHz, Memori DDR2 128MB, media simpan sebesar 2GB, serta slot ekspansi hingga 16GB tersedia di sana.
Layar 7 inci dengan resolusi 800×480 disediakan lengkap dengan konektor untuk microphone serta speaker 8Ω/1W. Sebuah port mini USB 2.0 dan konektivitas WiFi 802.11b/g disediakan.
Menurut Michael S. Sunggiardi pada akun Facebook-nya, KomodoPAD menggunakan baterai lithium-ion polymer 1800mAh/7.4v. Baterai ini membuat perangkat berdimensi 230 x 137 x 13 milimeter dapat bekerja selama 2 jam ataupun standby selama 3 jam.
"Sudah bisa dibeli NOW … cuma nggak pake launching-launching-an, karena produk ini masih yang low end dan dikhususkan untuk jadi Sabaktronik," kata Opa Michael.
[ Read More ]

Thales, sebuah perusahaan yang memproduksi radio komuikasi militer, menggunakan ajang Indo Defense 2010 di Pekan Raya Jakarta, untuk mempromosikan produk barunya yang bernama Watcher. Produk tersebut merupakan radio komunikasi dengan sistem remote control yang mampu terhubung dengan seluruh jaringan radio Thales yang dipergunakan di medan perang.

Inovatif dan mudah dipergunakan, Watcher berfungsi untuk membantu para tentara untuk mengetahuib kondisi lapangan dengan lebih baik sekaligus memungkinkan mereka berkomunikasi satu sama lain selama bergerak. Inovasi yang cerdas ini semakin memantapkan posisi Thales sebagai penyedia sistem radio komunikasi di medan perang yang mampu memberikan segala solusi bagi permasalahan.

Saat ini, militer dituntut untuk mampu terlibat edan menangani segala macam misi, mulai dari misi kemanusiaan hingga pertempuran hebat di medan perang. Sistem komunikasi taktis mampu membantu menjalankan segala misi tersebut, membuat pengadaannya menjadi krusial di tengah tuntutan militer yang makin tinggi.

Sangat mudah dibawa dan digunakan, Watcher memungkinkan segala macam jenis komunikasi di medan perang serta mampu memastikan kesinambungan komunikasi dengan radio taktis. Watcher bisa digunakan untuk terhubung dengan radio High Frequency (HF), Very High Frequency (VHF), St@rmille, Flexnet dan F@snet Twin Software Define Radio.

Watcher yang compact dan ringan ini juga memungkinkan komunikasi lewat bluetooth sejauh 10 meter serta jaringan kabel. Segala kemampuan Watcher sangat membantu militer untuk berkomunikasi sehingga membantu mengambil keputusan yang tepat dan strategi serangan yang jitu.

"Dengan segala pengalaman kami dengan banyak tentara, kami menjadi sangat sensitif dengan kebutuhan inovasi untuk membantu tugas tentara, " terang Patrice Caine, Vice President Radio Communication Thales dalam siaran persnya, Kamis (10/11/2010). Ia juga mengatakan, "dengan Watcher, kami memberikan sesuatu yang baru yang memberikan banyak manfaat di medan perang, memungkinkan komunikasi level tinggi."

Thales adalah salah satu pemimpin dalam industri komunikasi pertahanan dengan pengalaman selama 70 tahun memproduksi sekitar 800.000 radio yang telah terjual di 43 negara. Thales menyediakan kebutuhan radio untuk semua platform, mulai armour vehicle, helikopter dan lain sebagainya.
[ Read More ]

India, negeri yang selama ini dikenal dengan film dan tariannya, ternyata juga handal dalam industri pertahanan. Negeri ini mampu menciptakan misil yang bisa mengalahkan missil-missil lain produksi negara maju.

"Missil Brahmos, itu nama misil produksi kami. Keunggulannya, misil kami merupakan missil supersonic tercepat di dunia sekaligus dengan akurasi yang tinggi. Kecepatannya bisa mencapai 1km/detik," kata Praveen Pathak, Addl GM (Marketing Promotion) Brahmos Aerospace, perusahaan yang memproduksi missil ini dalam pameran Indo Defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Dibandingkan dengan misil subsonic yang dipasarkan saat ini, misil buatan India ini mampu bergerak lebih cepat 3 kali lipatnya. Selain itu, jarak tempuh yang bisa diraih juga bisa mencapai 2,5 - 3 kali lipat dari misil subsonic. Dan yang paling penting, daya hancur misil ini bisa mencapai 9 kali lipat dari misil subsonic populer dunia.

Pathak mengatakan, "Keunggulan lain dari misil ini adalah kemampuannya untuk diinstal dimana saja, mulai helicopter, pesawat, kapal hingga kapal selam." Selain itu, sistem kendali misil mampu melaksanakan Salvo Firing atau penembakan serentak, target Assignment atau penugasan target dan memastikan sekelompok target baik di darat maupun di laut. Salvo pada 9 proyektil dapat menembus dan menghancurkan kelompok kapal musuh terdiri dari tiga fregat dengan pertahanan anti misil modern.

Misil-misil yang akan diluncurkan diinstal di dalam alat luncur. Misil tersebut akan dikirim lengkap dengan daya pendorongnya di dalam Transportation and launch Conister (TLC). Misil versi udaranya dimodifikasi sehingga memiliki berat yang lebih ringan tetapi lebih kuat selama proses peluncuran.

Menurut Pathak, misil tercepat produksinya ini berbiaya murah jika dilihat dalam jangka panjang. "Harga misil pada awalnya mungkin tak jauh berbeda dengan misil lain. Tapi, biaya perawatan misil ini jauh lebih murah. Anda hanya perlu maintenance misil selama sekali dalam tiga tahun, berbeda dengan misil lain yang menuntut perawatan secara terus-menerus," kata Pathak.

Brahmos Aerospace yang memproduksi misil ini sendiri merupakan perusahaan joint venture antara Rusia dan India. Namun, seluruh pengembangan teknologi, proses produksi, tenaga kerja damn tempat produksi berasal dan dilakukan di India.

"Kami memilih Rusia karena mereka memiliki pengalaman dalam soal mesin, sementara kami memiliki pengalaman dalam soal sistem sehingga kami akan mampu memproduksi misil yang paling baik," kata Pathak. Joint Venture sendiri sudah dimulai pada tahun 1998 dan pada tahun 2005 berhasil meluncurkan produk ini.

Secara umum, misil ini unggul karena jarak tempuh yang jauh, garis lengkung arah peluru yang lebar, dilengkapi dengan anti pertahanan kapal perang serta energi kinetik yang terpasang yang membantu daya rusak kapal.
[ Read More ]

Belakangan ini perangkat komputer tablet mulai masuk ke Indonesia. Dengan mudah kita temukan iklannya di billboard, koran dan juga majalah. Perangkat bergerak dengan kemampuan luar biasa ini mulai menjadi fenomena ketika Apple merilis produk tablet iPad.
Semenjak itu sejumlah orang, terutama di Jakarta, mengutarakan keinginannya untuk memiliki iPad. Tak lama setelah diluncurkan di Amerika, iPad-pun mulai terlihat di beberapa tempat di Jakarta.
Dan kini, saya lebih sering melihat orang menggunakan iPad di Jakarta daripada di Singapura dan kebanyakan diantaranya membeli iPad di Singapura karena belum dirilis secara resmi di Indonesia.
Setelah fenomena iPad, berbagai produsen lain pun mulai perlahan memasuki arena pertarungan komputer tablet dengan berbagai macam fitur unggulan. Bahkan beberapa minggu lalu, 1000 unit komputer tablet habis terjual dalam waktu 3 jam di sebuah bilangan mal di daerah Senayan.
Antusiasme pecinta gadget di Jakarta sepertinya luar biasa dalam menyambut kehadiran perangkat komputer mobile ini. Benar-benar sebuah pasar yang bergairah. Dan tentu saja, para vendor mulai melirik Indonesia sebagai pasar yang amat potensial untuk produk gadget terutama komputer tablet.
Indonesia memang memiliki hubungan khusus dengan perangkat bergerak, mulai dari populernya laptop pada tahun 2006 keatas, perangkat telepon pintar tahun 2009 ke atas dan kini ada kemungkinan 2011 menjadi tahunnya komputer tablet di Indonesia.
Perangkat statis seperti komputer desktop sendiri tidak begitu populer di kalangan end-user di Indonesia, justru selalu lebih memilih perangkat yang mobile daripada yang statis.
Dan selain perangkat besutan Apple, kini berbagai vendor mulai melirik Android sebagai salah satu alternative yang terus mengejar ketertinggalannya dengan iOS dari sisi fitur, kecepatan dan efektifitas serta efisiensi perangkat.
Dan, berhubung Android merupakan proyek Open Source, maka bisa membantu vendor untuk menekan harga untuk lisensi OS dan fokus di membangun perangkat keras yang lebih baik. Harganya pun bisa bervariasi tergantung dari perangkat keras di dalamnya, strategi yang hampir sama dengan perangkat telepon berbasiskan Android.
Satu hal yang pasti, tahun depan Apple iPad akan menghadapi persaingan yang keras dari vendor lain seperti Samsung, Sony, HP dan masih banyak lagi yang berniat untuk terjun ke arena persaingan komputer tablet. Sebuah persaingan bisnis kelas dunia yang pastinya akan makin memanas dan layak untuk diperhatikan.
[ Read More ]